Sabtu, 21 Januari 2012

Khasiat Buah Sirsak

Meskipun di Indonesia buah sirsak merupakan salah satu buah yang tidak asing lagi, namun mungkin manfaat buah sirsak belum benar-benar diketahu oleh sebagian besar dari kita.

Sirsak (Annona Muricata) memiliki istilah yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Ada yang menyebut sirsak sebagai Nangka Londo, Srikaya Jawa, Nangka Buris, dan sebagainya. Jika di luar negeri, buah yang kaya dengan kandungan obatnya ini dikenal dengan nama Soursop.
Sirsak (Soursop)
Buah Sirsak memiliki rasa yang manis keasaman. Perpaduan dari kedua rasa ini menjadi sensasi tersendiri bagi penggemar buah sirsak. Selain memiliki sensasi rasa yang unik, manfaat buah sirsak juga sangat banyak. Sehingga banyak orang mengolahnya menjadi berbagai bentuk hidangan, seperti membuat selai sirsak untuk campuran sarapan roti atau mengolahnya menjadi sirup sirsak untuk minuman.

Kandungan zat dalam buah sirsak sangat kompleks dan memiliki banyak manfaat. Untuk itu, dalam tulisan kali ini akan kita kaji lebih mendalam mengenai berbagai manfaat dan khasiat buah Sirsak.

Manfaat sirsak sangat baik untuk pencegahan maupun pengobatan berbagai macam penyakit. Berikut ini adalah beberapa kandungan beserta manfaat buah sirsak untuk kesehatan:

•    Buah Sirsak mengandung Vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah sirsak cukup tinggi, setiap 100 gram daging buah sirsak mengandung sekitar 20mg vitamin C. Sehingga buah sirsak berkhasiat dapat menjadi antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
•    Buah Sirsak mengandung Kalsium dan Fosfor. Kedua mineral ini memiliki manfaat untuk membentuk tulang yang kuat. Dengan demikian, buah sirsak dapat menghambat resiko penyakit osteoporosis.
•    Buah Sirsak mengandung Kalium yang tinggi. Kalium bermanfaat untuk mencegah penyakit hipertensi.
•    Buah Sirsak kaya akan Serat. Kandungan sertat buah sirsak mencapai 3,3 gram tiap 100 gram daging buah sirsak. Dengan kandungan serat sebanyak ini, manfaat buah sirsak juga dapat memperlancar proses pencernaan dalam tubuh.

Setelah kita mengetahui beberapa manfaat buah sirsak diatas, maka sudah selayaknya buah sirsak menjadi pilihan sajian hidangan kita. Untuk mendapatkan berbagai kandungan buah sirsak diatas, sari buah sirsak / jus sirsak dapat menjadi pilihan Anda.

Semoga bermanfaat :)

Kamis, 19 Januari 2012

Baju Kurung

Baju kurung adalah pakaian khas etnis Melayu. Baju kurung merupakan baju terusan yang biasanya dipadukan dengan selendang bagi perempuan dan kain bagi laki-laki. Seiring perkembangan zaman, baju kurung pun banyak dimodifikasi, walaupun tetap tidak menghilangkan corak aslinya. Penyanyi tenar asal negeri jiran, Siti Nurhaliza, sering mengenakan baju kurung yang dipadupadankan dengan sentuhan modern. Ia tampak cantik dan tidak kehilangan tradisi melayunya dengan mengenakan baju kurung modern.

Pada awalnya, baju kurung dibuat untuk laki-laki dan perempuan. Namun, dalam pengertian umum, ketika mengatakan “baju kurung”, maka akan langsung tertuju pada pakaian laki-laki khas etnis Melayu. Padahal, seperti dijelaskan dalam salah satu buku terbitan Fajar Baki, baju Melayu ini terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang untuk perempuan dan Baju Kurung Cekak Musang untuk kaum laki-laki.

Selain Cekak Musang, dalam khasanah pakaian adat Melayu ini dikenal pula ragam jenis baju kurung lainnya, seperti Baju Kurung Teluk Belanga, Baju Kurung Riah Pahang, Baju Kurung Kedah, dan Baju Kurung Modern. Khusus untuk Baju Kurung Teluk Belanga, di wilayah Pasundan dikenal pula model pakaian Teluk Belanga yang seperti pada salah satu jenis pakaian semacam kampret. Namun, zaman sekarang orang lebih mengenal kampret saja.

Baju Kurung Cekak Musang

Menurut beberapa sumber, Baju Kurung Cekak Musang sudah dikenal sejak 1930-an. Pada mulanya, baju ini berupa baju kurung yang panjangnya sampai ke lutut, dan terdapat saku di kiri dan kanan, dibelah di bawah leher sampai pertengahan dada, ada sederet kancing di bagian kirinya. Baju Kurung Cekak Musang biasa dipadankan dengan kain sarung jenis Ombak Mengalun.

Seperti telah dijelaskan diatas, baju kurung ini sering diartikan sebagai pakaian khusus laki-laki saja. Padahal, perempuan pun juga mengenakan baju kurung ini. Yang termasuk ke dalam pakaian tradisional perempuan etnis Melayu ini antara lain Baju Kurung Teluk Belangan, Baju Belah, Baju Kurung Cekak Musang, Baju Kedah, Baju Kebaya Labuh, Baju Kebaya Pendek, dan Baju Pahang. Sementara, untuk kaum laki-laki dikenal pakaian Baju Kurung Melayu Teluk Belanga dan Baju Kurung Cekak Musang.

Baju Koko yang sering yang dikenakan Ustadz Jeffri al-Bughori juga termasuk salah satu baju yang terilhami dari Baju Kurung Melayu Cekak Musang. Ada dua alasan kenapa baju kurung juga dikenal baik di negara kita. Pertama, karena unsur serumpun yang memiliki tradisi yang hampir sama, dan kedua adalah karena faktor mayoritas beragama Islam, sehingga pemilihan corak pakaian ini terasa lebih nyaman dan gampang diterima di Indonesia.

Kita sebagai generasi muda, tidak ada salahnya jika sesekali menggunakan baju kurung pada momen-momen tertentu, dan semakin menarik jika diimprovisasi menjadi baju kurung modern. Karena baju kurung itu indah dan terlihat sopan.

Senin, 16 Januari 2012

Mengatasi Hujan Deras saat Berkendaraan


Jadi gini tipsnya untuk para pengendara motor beroda 2 terutama :
1. Selalu siap sedia jas hujan di jok motor atau dimana saja deh yang penting jas hujan dibawa, walaupun pas siang - siang udara panas tapi lebih baik dibawa deh karena pasti sore sampe malem itu hujan deras (kalo yang biasa boncengan bawa jas hujan yang agak gede, biar penumpangnya gak keujanan juga).

2. Selalu bawa sendal jepit kalo untuk pengendara yang biasa pake sepatu, biar sepatunya gak basah. Kan sayang kalo sepatu sampe basah. Bisa jadi bau kalo gak langsung dicuci hehe (pengalaman...:P)

3.Lebih lengkap lagi bawa jas ujan yang khusus untuk tas ransel bagi pengendara yang profesinya sebagai pelajar, mahasiswa atau orang katoran yang biasanya naek motor kalo ke kantor, kesekolah dan ke kampus.

4. Bawa plastik kresek 2bh, pertama buat naro sepatu biar sepatunya gak kebahasan kalo bagasi motor atau tasnya gak muat buat naro sepatu trus kedua buat naro jas hujan kalo jalan udah gak ujan kan biasanya
pengendara males tuh pake jas ujan kalo udah gak ujan lagi. Nah jadi bisa di taro di dalem kresek deh tu jas ujannya. Lumayan gak menuh - menuhin motor deh jadinya agak simple gitu

5.Oia tapi selain bisa bawa sendal, untuk para pengendara yang punya duit lebih bisa juga beli jas ujan yang khusus buat nutupin sepatu doang. Kayaknya harganya juga lumayan mahal jadi bisa beli itu jas ujan khusus sepatu, bisa jga bawa sendal jepit biar sepatunnya gak basah :)

yah kira - kira itu cukup deh buat antisipasi kita menghadapi musim hujan yang terus - menerus mengguyur Jakarta akhir - akhir ini
semoga bermanfaat


Kamis, 12 Januari 2012

LAPORAN PROPOSAL


PROPOSAL PENGENALAN PROSESI PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU






Disusun oleh:
Anita Windasari (10109927)







UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

HALAMAN PENGESAHAN

1.      Judul Kegiatan      : Pengenalan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau
2.      Pelaksana Kegiatan                                                                                             
                   a. Nama Lengkap        : Anita Windasari                   
                   b. NIM                       : 10109927          
                   c. Universitas               : Gunadarma
                                 
                                                                                   
 Depok, 8 Januari 2012


Menyetujui:
Ketua Kebudayaan

(Rizal Akbar)



KATA PENGANTAR

            Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Beragam kebudayaan tersebut terdiri dari kesenian budaya, pakaian adat, kebiasaan adat dalam kehidupan sehari-hari serta pernikahan yang pasti dijalankan oleh setiap generasi dalam masyarakat.
            Pernikahan adalah suatu hal yang sakral dan dilaksanakan atas restu dari kedua orangtua, keluarga besar dan terutama dilaksanakan karena Allah. Oleh karena itu, pernikahan tidak dilakukan begitu saja tanpa aturan, namun pernikahan memiliki urutan proses yang dilaksanakan sebelum pernikahan tersebut berlangsung hingga pernikahan tersebut dilaksanakan.
            Dalam adat Minangkabau, prosesi pernikahan dilaksanakan menurut ajaran leluhur yang diturunkan dan diterapkan hingga sekarang. Seluruh rangkaian prosesi pernikahan dalam adat Minangkabau, memiliki makna dan nilai moral dalam kehidupan. Orang Minang terkenal dengan sistem kekerabatannya yang sangat kuat.
            Saya sebagai penulis berharap agar kebudayaan Minangkabau dapat terus dijunjung tinggi terutama oleh orang Minang yang tinggal tersebar diseluruh Indonesia dan dapat berguna bagi orang Minang yang berada di seluruh Indonesia agar menjadi referensi untuk melaksanakan pernikahan dengan menerapkan adat kebudayaan daerah asal  yaitu adat Minangkabau.

 
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................... ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................. iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iv
ABSTRAKSI ........................................................................................................... v

BAB I  PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................... 1
1.3 Pembatasan Masalah.................................................................................. 1
1.4 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.5 Tujuan Penelitian......................................................................................... 2
1.6 Manfaat Penelitian .....................................................................................  2

BAB II  PEMBAHASAN......................................................................................... 3
2.1 Landasan Teori........................................................................................... 3
2.2 Hipotesis.................................................................................................... 3

BAB III ....................................................................................................................5
3.1 Kesimpulan................................................................................................ 5
3.2 Saran......................................................................................................... 5

REFERENSI............................................................................................................. 6







ABSTRAKSI
Pernikahan merupakan salah satu peristiwa besar yang sangat penting dan sakral di dalam sejarah kehidupan manusia. Oleh karena itu, peristiwa sakral tersebut tidak akan dilewatkan begitu saja seperti mereka melewati kehidupan sehari-hari. Peristiwa pernikahan dilaksanakan dengan berbagai serangkaian upacara yang di dalamnya mengandung nilai budaya yang luhur dan suci. Setiap orang yang menyelenggarakan upacara pernikahan tidak akan merasa ragu-ragu untuk mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, serta biaya yang besar untuk kelancaran terselenggaranya upacara pernikahan tersebut.
Di Indonesia terdapat bermacam-macam upacara pernikahan adat yang diwariskan nenek moyang secara turun temurun, dari generasi yang satu ke generasi yang berikutnya. Setiap suku daerah yang ada di Indonesia masing-masing mempunyai upacara adat pernikahan yang berbeda-beda. Masing-masing adat pernikahan tersebut memiliki keagungan, keindahan, dan keunikan tersendiri. Dari awal hingga akhir prosesi upacara pernikahan adat, memiliki makna atau nilai kebudayaan tersendiri.
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Salah satu kekayaan kebudayaan yang dimiliki adalah kebudayaan Sumatera Barat atau Minangkabau. Sumatera Barat memiliki tradisi upacara pernikahan yang mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan luhurnya budaya orang Minang. Hal tersebut tampak dari busana pengantin yang dikenakan pada saat upacara pernikahan serta tata cara prosesi yang mengandung makna.
1.2. Identifikasi Masalah
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah prosesi upacara pernikahan adat Minangkabau.
1.3 Pembatasan Masalah
Makna yang terkandung dalam rangkaian posesi upacara pernikahan adapt Minangkabau.
1.4 Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah  yang sudah ada maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      bagaimanakah prosesi pernikahan adat Minangkabau ?
2.      bagaimanakah makna dari prosesi pernikahan adat Minangkabau  ?

1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. untuk mengetahui rangkaian prosesi pernikahan adat  Minangkabau.
2. untuk memahami dan mendeskripsikan makna dari rangkaian prosesi pernikahan adat Minangkabau.
1.6 Manfaat Penelitian
      Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menggali nilai-nilai tradisional
yang terdapat pada prosesi pernikahan adat Minangkabau.



BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori
                  Tradisi perhelatan pernikahan menurut adat Minangkabau lazimnya melalui sejumlah prosesi yang hingga kini masih dijunjung tinggi untuk dilaksanakan serta melibatkan keluarga besar kedua calon mempelai, terutama dari keluarga pihak wanita.
2.2  Hipotesis
            Berikut beberapa tradisi dan upacara adat yang biasa dilakukan baik sebelum maupun setelah acara pernikahan:
1.      Maresek adalah penjajakan pertama sebagai permulaan dari rangkaian tatacara pelaksanaan pernikahan. Sesuai dengan sistem kekerabatan di Minangkabau, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria.
2.      Meminang dan Bertukar Tanda: Keluarga calon mempelai wanita mendatangi keluarga calon mempelai pria untuk meminang dan berlanjut dengan bertukar tanda sebagai simbol pengikat perjanjian dan tidak dapat diputuskan secara sepihak.
3.      Mahanta / Minta Izin: Calon mempelai pria mengabarkan dan mohon doa restu rencana pernikahan kepada mamak-mamaknya, saudara-saudara ayahnya, kakak-kakaknya yang telah berkeluarga dan para sesepuh yang dihormati.
4.      Babako – Babaki: Pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (disebut bako) ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan.
5.      Malam Bainai Bainai: melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga mempelai wanita.
6.      Manjapuik Marapulai: acara adat yang paling penting dalam seluruh rangkaian acara perkawinan menurut adat Minangkabau. Calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah
7.      Penyambutan di Rumah Anak Daro: merupakan momen meriah dan besar. Diiringi bunyi musik tradisional khas Minang yakni talempong dan gandang tabuk, serta barisan Gelombang Adat timbal balik yang terdiri dari pemuda-pemuda berpakaian silat, serta disambut para dara berpakaian adat yang menyuguhkan sirih.
8.      Tradisi seusai akad nikah: Yaitu memulang tanda, mengumumkan gelar pengantin pria, mengadu kening, mengeruk nasi kuning dan bermain coki.


BAB III

3.1 Kesimpulan
            Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh rangkaian prosesi upacara pernikahan adat Minangkabau dilaksanakan sesuai ajaran leluhur terdahulu, mulai dari sebelum pernikahan hingga setelah pernikahan. Semua rangkaian prosesi tersebut, memiliki makna simbolik yang mencerminkan kuatnya sistem kekerabatan dalam adat Minangkabau, sangat menghormati orangtua dan keluarga besar, menurunkan gelar pusaka kepada setiap generasi, dan dalam sebagian prosesi, adat Minangkabau menjunjung tinggi kesenian adat yang dimilikinya.

3.2 Saran
            Saran dari penulis adalah agar kebudayaan Minangkabau dapat lebih dikenal oleh orang Minang yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan  seluruh suku bangsa di Indonesia.

REFERENSI

www.google.com       
http://budaya-indonesia.org/iaci/Tradisi_pernikahan_Minangkabau







Rabu, 11 Januari 2012

Buku "KENCAN JAKARTA"

Hari ini gue bingung mau ngeblog apa sebenernya tapi gue lagi pengen nulis nih hehe jadi gue ambil judul kali ini Buku "Kencan Jakarta". Kencan Jakarta itu sebenernya judul sebuah buku yang dikarang oleh pengarang yang masih muda dan kayaknya doi juga suka makan - makan tu, namanya Anisa Anindhika.

Cewek yang satu ini ternyata doyan jalan - jalan dan yang pastinya makan sama pacarnya hehe tapi makannya gak mesti mahal lho, makanya buku ini dia buat untuk pasangan muda yang doyan banget namanya wisata kuliner tapi harganya miring (kapal miring kapten! hehe lho gak nyambung ya?).

Si mbak Anisa juga nulis sedikit tentang bukunya yang dia tulis dibagian belakang bukunya, ini tulisannya
"Kalau lo dan pasangan bosan pergi ke tempat makan yang gitu - gitu aja, coba deh kunjungin tempat makan yang ada di buku ini! Selain makanannya enak, harganya pun murah - murah! Yah, cukup bawa Rp 50.000 perut kalian berdua dijamin kenyang, puas dan senang!. .......dst" penggalan sinopsis dari buku Jakarta Kencan ini. Buku ini bisa didapetin di toko buka mana aja,Gramedia misalnya dan buku ini juga bisa lo semua dapetin dengan ngerogoh kocek Rp 30.000.

Di dalem buku ini kurang lebih ada 100 lokasi tempat makan di seantero Jakarta yang harganya paling mahal Rp 50.000 (yah lumayan deh buat pasangan muda yang mau malem mingguan atau lagi hang out sama temen - temennya). Di buku ini juga dijelasin foto, harga, makanan paling enak ditempat yang di tuju dan alamat lengkap serta ancer - ancer asti tempat makannya. Lengkap kan? hehe gue juga udah nyoba beberapa tempat makan yang ada di buku dan emang enak - enak, murah lagi. Coba deh! gak nyesel hehe