Minggu, 29 April 2012

Penalaran Induksi dan Deduksi


1.     Contoh kalimat induksi:

- semua s adalah p, sebagian p adalah s
1.      Semua murid SD mengikuti Ujian Sekolah hari ini.
Sebagian yang mengikuti Ujian Sekolah adalah murid SD

2.      Semua bayi membutuhkan kasih sayang ibu.
Sebagian yang membutuhkan kasih sayang ibu adalah anak bayi

-  semua s adalah p, tidak semua p adalah s
1.      Semua sayuran berwarna hijau
Tidak semua yang berwarna hijau adalah sayuran

2.      Semua serangga adalah hewan yang dapat terbang
Tidak semua hewan yang dapat terbang adalah serangga

-  semua s adalah bukan p, semua p adalah bukan s
1.      Semua tumbuhan adalah bukan benda mati, semua benda mati bukan tumbuhan
2.      Semua rok adalah bukan pakaian pria, semua pakaian pria adalah bukan rok


2. Penjelasan induksi secara tidak langsung :

  • Generalisasi

Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

  • Hipotesa dan Teori
Hipotesa adalah suatu pernyataan yang pada waktu diungkapkan belum diketahui kebenarannya tetapi memungkinkan untuk diuji dalam kenyataan empiris. Manfaat hipotesa adalah memberi batasan dan memperkecil jangkauan penelitian, sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta, dan memfokuskan fakta yang tercerai-berai ke dalam kesatuan penting dan menyeluruh.
Teori adalah serangkaian bagian, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena. Teori juga berarto hipotesis yang telah terbukti kebenarannya.

·        Analogi
Analogi adalah perbandingan yang mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar dengan cara membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan gagasan yang pertama.
Ada dua analogi, yaitu:
1.     Analogi induktif (khusus ke umum)
2.    Analogi deklaratif (umum ke khusus)
·        Hubungan Kausalitas
Hubungan kausal merupakan penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan sebab-akibat. Sebab ( gagasan penjelasan) merupakan hal yang menjadika timbulnya sesuatu dan akibat ( gagasan pokok) adalah sesuatu yang merupakan hasil dari suatu peristiwa
  • Induksi dalam metode eksposisi

Eksposisi adalah jenis pengembangan dalam penulisan paragraf yang ditulis dengan tujuan menjelaskan atau memberikan informasi dengan gaya penulisan yang singkat, padat, dan akurat.


3. Penjelasan penalaran 5 pola deduksi :

-     Silogisme kategorial

      Silogisme adalah bentuk penalaran yang berusaha menghubungkan dua proporsi (premis) yang berlainan menjadi kesimpulan yang merupakan proporsi ketiga. Silogisme kategorial dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian.

A=B ; B=C maka A=C
-     Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis atau pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesa.
Jika P maka Q.

-     Silogisme alternative
Silogisme alternatif biasa disebut dengan silogisme disjungtif karena proporsi mayornya merupakan sebuah proporsi alternatif (proporsi yang mengandung kemungkinan / pilihan), sebaliknya proporsi minornya adalah proporsi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
-     Entimem
Entimem adalah penalaran deduksi secara langsung atau silogisme yang diperpendek. Setiap premis muncul satu kali dalam kesimpulan.
-     Rantai Deduksi
      Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.



4. Puisi
Negeriku kini

Negaraku Indonesiaku
Negara dimana aku dilahirkan ke dunia yang fana
Negara dimana aku yang memiliki pemimpin berjanji sebesar kacu
Negara dimana aku yang pernah merugi karna penguasanya
Indonesia..
Kata orang timur, Indonesia tak kenal tandus
Tapi kenapa rakyat kelaparan?
Kata orang barat, Indonesia kaya sumber alam
Tapi kenapa rakyat berbaris panjang untuk mendapatkannya?
Yang kaya tambah kaya
Dan yang miskin tambah miskin
Indonesia..
Pemimpinmu jago membual
Pemimpinmu pandai mengumbar janji palsu
Dan pemimpinmu berkaraoke diatas kesusahan rakyatnya
Kejam keji busuk
Bisa bisanya duduk di kursi Negara orang
Bisa bisanya mengenakan pakaian berbahan sutra
Bisa bisanya membuang harta rakyat untuk benda mati
Lihatlah ke belakang, jangan terus kedepan dan ke perut
Pemimpin indonesiaku, engkau sungguh bijaksana, terima kasih atas siksanya
Pemimpin indonesiaku, engkau sungguh pengertian terima kasih atas semua rasa sakit ini
Tuhan tidak pernah tidur
Merdeka tanah air ibu pertiwi

Senin, 02 April 2012

Bahasa dan Daftar Kata Baku


Definisi Bahasa menurut para ahli:


BILL ADAMS
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif


WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis

PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut

CARROL
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia


SUDARYONO
Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman

Kesimpulan:

Definisi Bahasa adalah suatu pernyataan yang di ucapkan berdasarkan pikiran yang logis atau yang dapat dipahami yang digunakan untuk komunikasi antar individu. Bahasa memiliki struktur dan apabila bahasa disampaikan dengan struktur yang salah akan menimbulkan kesalahpahaman atau dapat disalahartikan.







KATA BAKU

Kata tidak baku (kata baku) : arti kata


A
1.   Absorsi (Absorpsi)       : penyerapan ; penghisapan
2.   Accu (Aki)                   : alat himpun tenaga listrik
3.   Adap (Adab)                : moral ; etika ; sopan santun
4.   Adpokat (Advokat)      : pakar hokum ; pengacara
5.   Adzan (Azan)               : seruan untuk mengerjakan shalat
6.   Afdol (Afdal)                : lebih utama ; alangkah baiknya
7.   Alfa (Alpa)                   : lalai dari tugas atau kewajiban
8.   Ambeyen (Ambeien)  : penyakit wasir
9.   Ansambel (Ensembel)   : grup pemain musik
10.  Antri (Antre)                 : menunggu giliran

B
1.   Balance (Balans)           : keseimbangan ; seimbang
2.   Baligh (Balig)                : cukup umur
3.   Balsem (Balsam)           : minyak kental untuk digosokkan
4.   Bazaar (Bazar)             : pasar amal
5.   Belangko (Blangko)      : surat keterangan yang belum diisi
6.   Bengkoang (Bengkuang): nama sejenis tumbuhan umbi yang manis
7.   Bis (Bus)                      : kendaraan angkutan manusia ukuran besar
8.   Blantika (Belantika)      : bisnis dalam dunia musik
9.   Bongkok (Bungkuk)     : keadaan punggung yang melengkung
10. Brewok (Bewok)         : berbulu cambang ; bercambang

C
1.   Cabe (Cabai)               : lombok
2.   Cape/Capek (Capai)    : lelah
3.   Cengkeh (Cengkih)       : bunga untuk bahan rokok
4.   Cengkrama (Cengkerama) : bersenang-senang
5.   Cidera (Cedera)           : sedikit luka
6.   Clien (Klien)                 : penerima layanan hokum dari pengacara ; pelanggan
7.   Clurit (Celurit)              : sabit lengkung
8.   Coklat (Cokelat)          : warna seperti sawo matang
9.   Combro (Comro)         : nama sejenis penganan
10. Cumulus (kumulus)       : awan padat yang menggumpal

D
1.   Debet (Debit)               : uang utangan yang mesti ditagih;piutang;volume air
2.   Defiasi (Deviasi)           : penyimpangan terhadap peraturan
3.   Depo (Depot)               : rumah kecil tempat berjualan es/rokok
4.   Detil (Detail)                 : sampai ke bagian-bagian kecil ; rinci
5.   Disco (Disko)               : irama musik pop
6.   Dopping (Doping)         : penggunaan obat-obat terlarang
7.   Dramatisir (Dramatisasi) : proses pendramaan ; bagaikan drama
8.   Duren (Durian)             : buah yang kulitnya berduri
9.   Dzat (Zat)                     : bahan pembentuk benda; hakikat; unsure; wujud
10. Dzikir (zikir)                 : pujian berulang-ulang untuk mengingat Allah

E
1.   Eksebisi/Eksibisi (Ekshibisi) : pameran;pertunjukkan
2.   Eksim (Eksem)             : penyakit kulit yang terasa gatal-gatal
3.   Eksport/Export (ekspor) : pengiriman sesuatu keluar negeri
4.   Ekstrim (Ekstrem)         : keras dan teguh pendirian ; fanatic
5.   Ekwivalen/equivalen (Ekuivalen) : kadarnya sebanding
6.   Elektroda (Elektrode)   : kutub baterai listrik; pengalir arus listrik
7.   Elip (Elips)                    : bundar melonjong
8.   Elit (Elite)                     : kalangan terpilih;terpandang
9.   Empek-empek (Pempek) : makanan khas Palembang
10. Engine (Enjin)               : alat penggerak mesin;mesin

F
1.  Faham (Paham)            : aliran; mazhab; ,mengerti benar; pemikiran
2.   Fak (Vak)                    : mata pelajaran atau mata kuliah; kepintaran khusus
3.   Faksimil/Facsimil/Faximil (Faksimili) : mesin foto kopi jarak jauh
4.   Faksinasi (Vaksinasi)    : pemasukan bibit penyakit ke tubuh yang dilemahkan
5.   Fakum/vacuum (vakum) : kosong;hampa;tidak ada isinya
6.   falid (valid)                   : tingkat kebenarannya tinggi
7.   Familiar (Familier)         : bersifat kekeluargaan atau kekerabatan;akrab
8.   Faqih (Fakih)                : pakar hukum Islam
9.   Fas (Vas)                     : tempat wadah bunga hiasan; jambangan
10. Ferri/Fery (Feri)           : kapal penyebrangan

G
1.   Galaktose (Galaktosa)  : gula yang masih sederhana
2.   Galleri/Galery (Galeri) : gedung kesenian
3.   Gamma (Game)            : derajat kekontrasan film dalam fotografi
4.   Gasal (Gazal)                : puisi delapan baris sebaitnya
5.   Geladi resik/Gladibersih (Geladi Bersih) : latihan terakhir sebelum dilaksanakan tugas
6.   Gendewa/Gandewo (Gandewa) : busur panah
7.   Geneologi/Geneaologi (Genealogi) : garis keturunan atau silsilah
8.   Genius (Jenius)             : kadar intelegensi tinggi
9.   Gep (Gap)                    : kesenjangan;jurang pemisah;perbedaan
10. Gepok (kepok)            : pisang yang biasa digoreng

H
1.   Hadist (Hadis)              : sabda atau perbuatan Nabi Muhammad SAW
2.   Hakekat (Hakikat)        : yang sebenar-benarnya; intisari; substansi
3.   Hal-ihwal (Hal-hal)       : perihal;beberapa hal
4.   Handaitaulan (Handaitulan) : kerabat;keluarga
5.   Handal (Andal)             : tangguh;cakap;pandai
6.   Hapal (Hafal)                : tinggi daya ingatnya hingga dapat mengucapkan lagi;ingat diluar kepala
7.   Hektar (Hektare)          : satuan ukuran luas; sama dengan 10.000 m2
8.   Hembus (Embus)          : tiup;alunkan;memasukkan udara
9.   Hetrogen (Heterogen)   : angkaragam;bermacam-macam
10. Hidrolis (Hidraulis)        : penggeraknya tenaga air

I
1.   I’tibar (Iktibar)             : pertimbangan;pengajaran
2.   I’tikaf (Iktikaf)              : mendekatkan diri pada Tuhan di masjid
3.   Ibtidaiyah (Ibtidaiah)     : tingkat pendidikan sekolah dasar
4.   Iddah (Idah)                 : masa tunggu istri bercerai selama seratus hari
5.   Idiil/Idial (Ideal)            : sesuatu yang dicita-citakan
6.   Idiologi (Ideologi)         : hasil atau konsep pemikiran;paham
7.   Ijasah (Ijazah)               : surat tanda tamat belajar
8.   Ijin (Izin)                       : persetujuan;pengabulan
9.   Ikhwal (Ihwal)              : perihal;hal-hal
10. Iklas/Ihlas (Ikhlas)        : ketulusan hati;rela

J
1.   Jadah (Juadah)             : penganan dari ketan yang ditumbuk
2.   Jagad (Jagat)                : dunia dan isinya;alam dunia
3.   Jahiliyah (Jahiliah)         : kebodohan;belum beradab
4.   Jaman (Zaman)             : waktu lalu yang menandai sesuatu;waktu;masa
5.   Jejer (Jajar)                  : baris atau deret secara teratur;banjar
6.   Jemaah/Jemaat (Jamaah) : kumpulan orang beribadah
7.   Jendral (Jenderal)         : pangkat tertinggi dalam militer
8.   Jenius (Genius)             : berkemampuan luar biasa dalam berpikir
9.   Jogging (Joging)            : lari kecil untuk menyehatkan badan
10. Joint (Join)                    : bergabung;ikut serta;patungan

K
1.   Ka’bah/Kaabah (Kakbah) : bangunan suci kiblat umat Islam
2.   Kaburasi (Karburasi)    : campurnya bahan baker dan udara pada mesin motor
3.   Kaburator (Karburator) : tempat berlangsungnya karburasi
4.   Kaca mata (Kacamata) : lensa pada mata
5.   Kadaluwarsa (Kedaluwarsa) : habis jangka waktunya
6.   Kaedah (Kaidah)          : aturan yang menjadi hokum;rumusan
7.   Kaffah (Kafah)             : sempurna;menyeluruh
8.   Kahyangan/Khayangan (Kayangan) : singgasana dewa
9.   Kakatua/Kakak tua (Kakaktua) : burung yang bisa berbicara
10. Kaleidioskop (Kaleidoskop) : aneka peristiwa

L
1.   Lajim/Lasim (Lazim)     : sudah biasa;umum;galib
2.   Lamtorogung (Lamtaragung) : lamtara yang berpohon besar
3.   Lapal/Rapal (Lafal)       : cara pengucapan bunyi bahasa
4.   Lasykar (Laskar)          : kelompok serdadu;pasukan perang
5.   Laveransir (Leveransir) : penyedia kebutuhan
6.   Ledeng (Leding)           : saluran air dari pipa
7.   Legalisir (Legalisasi)      : pengesahan sesuai dengan peraturan
8.   Legenda (Legende)       : cerita rakyat zaman dulu dihubungkan dengan sejarah
9.   Lemari (Almari)            : tempat menyimpan baju
10. Lembap (Lembab)        : sedikit basah sedikit kering

M
1.   Mpu (Empu)                 : ahli membuat keris
2.   Menyan (Kemenyan)    : bahan saji-sajian; dupa bakar
3.   Ma’af (Maaf)               : ampun
4.   Mabok (Mabuk)          : hilang kesadaran; amat gemar; tergila-gila
5.   Madukoro (Madukara) : kain sutera benang emas
6.   Maag (Mag)                 : salah satu alat pencernaan; lambung
7.   Mahnet (Magnet)          : besi berdaya tarik seperti listrik
8.   Maghrib (Magrib)         : waktu matahari tenggelam;waktu shalat magrib
9.   Mahabarata (Mahabharata) : kisah perang keluarga Bharata
10. Maha Esa (Mahaesa)    : Tuhan;Allah

N
1.   Nadar/Nadzar (Nazar) : janji diri sendiri berbuat jika cita-citanya terkabul;kaul
2.   Nafas (Napas)              : udara yang keluar dan masuk lewat hidung
3.   Nahas (Naas)               : celaka;malang;mendapati musibah
4.   Nahkoda/Nakoda (Nakhoda) : kapten kapal
5.   Nampak (Tampak)       : bisa dilihat dengan maata; kelihatan
6.   Narkotika (Narkotik)   : obat perangsang;obat penenang saraf
7.   Nasehat (Nasihat)         : saran yang membangun;anjuran baik
8.   Neko-neko (Neka-neka) : aneh-aneh;nyeleneh-nyeleneh
9.   Nenas (Nanas)             : buah bersisik mata yang berduri
10. Neo-kolonialisme (Neokolonialisme) : paham kolonial baru

O
1.   Okulele (Ukulele)         : alat musik seperti gitar empat dawai
2.   Omset (Omzet)             : uang hasil penjualan
3.   Oplet (Opelet)              : angkutan umum berbentuk sedan
4.   Orange (Oranye)          : merah kekuningan; jingga
5.   Organisir (Organisasi)   : mengatur sesuatu hingga membentuk kesatuan;satu kesatuan
6.   Orisinil (Orisinal)           : masih seperti semula; belum berubah; asli
7.   Orkhestra/Orchestra (Orkestra) : orkes gesek
8.   Osmosis (Osmose)       : tembusnya dinding sel oleh percampuran dua cairan
9.   Otentik (Autentik)         : asli;sah
10. Otopsi (Autopsi)           : pembedahan tubuh mayat

P
1.   Pacet (Pacat)                : lintah darat
2.   Padepokan (pedepokan) : tempat semedi;sanggar seni
3.   Padri (Paderi)               : pendeta Kristen atau Katolik;pastur
4.   Palem (Palm)                : keluarga tumbuhan kelapa atau kurma
5.   Pamfelet/Famplet (Pamflet) : brosur;selebaran
6.   Panca indra (Pancaindera)  : lima indera
7.   Panembahan (Penembahan) : sebutan raja atau orang yang dihormati
8.   Pangkreas (Pankreas)   : kelenjar ludah perut
9.   Panitra (Panitera)          : pencatat dalam persidangan; penulis
10. Paradox (Paradoks)     : berlawanan;bertentangan

Q
1.   Qasidah/Qosidah (Kasidah) : nyanyian dari Arab
2.   Qodi/Qadi (Kadi)         : hakim agama Islam
3.   Qodiriyah (Kadiriah)     : aliran tarikat yang didirikan Abdul Kadir Jailani
4.   Qolam/Qalam (Kalam) : alat tulis;perkataan
5.   Qolbu (Kalbu)              : pusat perasaan batin;hati
6.   Qomariyah (Kamariah) : penanggalan berdasarkan peredaran bulan
7.   Qomat (Kamat)            : seruan salat segera dimulai
8.   Qona’ah (Kanaah)        : merasa cukup menerima pemberian Allah
9.   Qori (Qari)                   : laki-laki pembaca Al-quran
10. Qoriah (Qariah)            : wanita pembaca Al-quran

R
1.      Radio aktif (Radioaktif) : sinar radium dan uranium untuk pengobatan
2.      Raka’at/Rekaat (Rakaat) : hitungan dalam shalat
3.      Ramadhan/Romadhon/Romadlon (Ramadhan): bulan kesembilan dalam tahun Hijrian;bulan puasa
4.      Rangking/Rengking (Ranking) : Peringkat;pangkat;tingkat
5.      Ranzel/Rangsel (Ransel)      : tas gendong besar dari kain terpal
6.      Rapih (Rapi)                 : enak dipandang mata; bersih dan teratur
7.      Rapot/Raport (Rapor) : buku catatan hasil belajar
8.      Realisir (Realisasi)         : proses menjadikan nyata
9.      Rebo (Rabu)                : Hari setelah Selasa sebelum Kamis
10.  Respon (Respons)        : Tanggapan;jawaban

S
1.      Centigram (Sentigram) : Seperseratus gram
2.      Centimeter (Sentimeter) : Seperseratus gram
3.      Sakharin (Sakarin)        : zat gula
4.      Sambel (Sambal)          : lauk penyedap dari cabai
5.      Sangsi (Sanksi)             : hukuman
6.      Sanjak (Sajak)             : persamaan bunyi pada puisi
7.      Saos (Saus)                  : kuah penyedap makanan dari tomat
8.      Saparila (Sarsaparila)    : minuman segar dari akar tumbuhan
9.      Sekuler (Sekular)          : bersifat bukan keagamaan
10.  Selinder/Slinder (Silinder) : tabung

T
1.   Tahiyat (Tahiat)            : salah satu doa waktu salat
2.   Talek (Talk)                 : bedak halus untuk kulit tubuh
3.   Tangker (Tanker)         : kapal angkutan minyak
4.   Tapelak (Taplak)          : kain alas;tutup meja
5.   Tapi (Tetapi)                : kata pertentangan dalam kalimat
6.   Tatto (Tato)                  : lukisan pada anggota tubuh
7.   Tauco (Taoco)             : lauk dari kedelai
8.   Taxi (Taksi)                  : mobil sedan angkutan umum
9.   Team (Tim)                  : kelompok;regu
10. Tehnik (Teknik)            : metode;cara kerja

U
1.      Ujian Ulangan (Ujian Ulang) : ujian untuk memperbaiki nilai
2.      Ukhrowi (Ukhrawi)      : keakhiratan
3.      Ultra modern (Ultramodern) : Mutakhir
4.      Urin (Urine)                  : air kencing
5.      Ustadz (Ustaz)              : guru agama Islam
6.      Ustadzah (Ustazah)       : guru agama Islam (wanita)
7.      Ultra violet (Ultraviolet) : radiasi elektromagnetis
8.      Udzur (Uzur)                : tua renta
9.      Onta (Unta)                  : hewan di padang pasir
10.  Uniq (Unik)                  : langka; beda dari yang lainnya

V
1.   Valentin (Valentine)      : hari kasih sayang
2.   Vampire (Vampir)        : kelelawar besar penghisap darah
3.   Vanilli/panili (Vanili)      : biji pengharum makanan
4.   Varices (Varises)          : pelebaran pembuluh darah balik
5.   Varitas (Varietas)         : tanaman berbeda dari lain kelompok
6.   Vaskuler (Vaskular)      : perihal pembuluh darah
7.   Vegetarian (Vegetaris) : manusia yang berpantang makan daging
8.   Vermaks (Vermak)       : pengubah potongan atau model pakaian
9.   Vignet (Vinyet)             : hiasan bentuk tumbuhan rambat
10. Villa (Vila)                    : rumah asri dipegunungan


W
1.   Waver (Wafer)             : sejenis kue
2.   Waqaf (Wakaf)            : sumbangan
3.   Wihara (Vihara)            : rumah ibadah umat Budha
4.   Wik (Wig)                    : rambut palsu
5.   Wool (Wol)                  : sejenis benang dari bulu domba
6.   Wudhlu/wudhlu’/wudhu’/wuduk (Wudhu) : bersuci dengan air dalam agama Islam
7.   Wusu (Wushu)             : seni olahraga bela diri dari China
8.   Wali kota (Walikota)    : pemerintah kota
9.   Wat (Watt)                   : satuan turunan untuk daya
10. Wirausaha (Wiraswasta) : usaha sendiri; bisnis pribadi

X
1.   Senon (Xenon)             : unsur kimia dengan nomor atom 54
2.   Xantophil (Xantofil)      : pigmen pada tumbuhan
3.   Xenofobi (Xenofobia)   : anti orang asing
4.   Xeropit (Xerofit)           : tumbuhan yang telah beradaptasi terhadap kehidupan di daerah kering.
5.   Xerograpi (Xerografi)   : suatu teknik fotokopi
6.   Xilopon (Xilofon)          : alat musik dari kayu berasal dari Slovakia
7.   Xray (X-ray)                : sinar X
8.   Xeronin (Xeronine)       : kebutuhan dasar agar protein dapat berfungsi
9.   Xerostom (Xerostomia) : mulut kering akibat produksi kelenjar ludah yang berkurang
10. Xanton (Xanthone)       : subtansi kimia alami yang tergolong senyawa polyhenolic

Y
1.   Yudikatif (Judikatif)      : berkaitan dengan yang mengadili perkara; fungsi dan pelaksanaan keadilan
2.   Yudisial (Judisial)          : berhubungan dengan pengadilan
3.   Yudo (Judo)                 : olahraga beladiri
4.   Yunior (Junior)             : muda
5.   Yurisdiksi (Jurisdiksi)    : berkaitan dengan hukum
6.   Yogyakarta (Jogjakarta) : kota di Jawa Tengah
7.   Yaqin (Yakin)               : percaya
8.   Yogurt (Yoghurt)          : susu yang dibuat dari fermentasi bakteri
9.   Yaumul akhir (Yaumulakhir) : hari akhir
10. Yaumul mizan (Yaumulmizan) : hari pertimbangan

Z
1.      Zahir/Zohir/Dhohir (Lahir) : keluar dari kandungannya;yang kelihatan dari luar
2.      Zam-zam (Zamzam)      : mata air di Mekah
3.      Zig-zag (Zigzag)            : berliku-liku; berkelok-kelok; berbelit-belit
4.      Zinah/Jina (Zina)           : Persetubuhan yang tidak sah menurut hokum; senggama pria dan wanita yang bukan suami istri
5.      Zona (Zone)                 : wilayah yang dibatasi; daerah; kawasan
6.      Zygot/Zigote (Zigot)      : perkembangan lanjut pertemuan sel jantan dan betina; sebelum menjadi embrio
7.      Jaman (Zaman)             : Era; waktu
8.      Dzikir (Zikir)                 : pujian-pujian terhadap Allah
9.      Dzuhur (Zuhur)             : Shalat wajib setelah Subuh sebelum Asar
10.  Dzalim (Zalim)              : berbuat yang tidak baik

Sumber: www.google.com

Sabtu, 21 Januari 2012

Khasiat Buah Sirsak

Meskipun di Indonesia buah sirsak merupakan salah satu buah yang tidak asing lagi, namun mungkin manfaat buah sirsak belum benar-benar diketahu oleh sebagian besar dari kita.

Sirsak (Annona Muricata) memiliki istilah yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Ada yang menyebut sirsak sebagai Nangka Londo, Srikaya Jawa, Nangka Buris, dan sebagainya. Jika di luar negeri, buah yang kaya dengan kandungan obatnya ini dikenal dengan nama Soursop.
Sirsak (Soursop)
Buah Sirsak memiliki rasa yang manis keasaman. Perpaduan dari kedua rasa ini menjadi sensasi tersendiri bagi penggemar buah sirsak. Selain memiliki sensasi rasa yang unik, manfaat buah sirsak juga sangat banyak. Sehingga banyak orang mengolahnya menjadi berbagai bentuk hidangan, seperti membuat selai sirsak untuk campuran sarapan roti atau mengolahnya menjadi sirup sirsak untuk minuman.

Kandungan zat dalam buah sirsak sangat kompleks dan memiliki banyak manfaat. Untuk itu, dalam tulisan kali ini akan kita kaji lebih mendalam mengenai berbagai manfaat dan khasiat buah Sirsak.

Manfaat sirsak sangat baik untuk pencegahan maupun pengobatan berbagai macam penyakit. Berikut ini adalah beberapa kandungan beserta manfaat buah sirsak untuk kesehatan:

•    Buah Sirsak mengandung Vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah sirsak cukup tinggi, setiap 100 gram daging buah sirsak mengandung sekitar 20mg vitamin C. Sehingga buah sirsak berkhasiat dapat menjadi antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
•    Buah Sirsak mengandung Kalsium dan Fosfor. Kedua mineral ini memiliki manfaat untuk membentuk tulang yang kuat. Dengan demikian, buah sirsak dapat menghambat resiko penyakit osteoporosis.
•    Buah Sirsak mengandung Kalium yang tinggi. Kalium bermanfaat untuk mencegah penyakit hipertensi.
•    Buah Sirsak kaya akan Serat. Kandungan sertat buah sirsak mencapai 3,3 gram tiap 100 gram daging buah sirsak. Dengan kandungan serat sebanyak ini, manfaat buah sirsak juga dapat memperlancar proses pencernaan dalam tubuh.

Setelah kita mengetahui beberapa manfaat buah sirsak diatas, maka sudah selayaknya buah sirsak menjadi pilihan sajian hidangan kita. Untuk mendapatkan berbagai kandungan buah sirsak diatas, sari buah sirsak / jus sirsak dapat menjadi pilihan Anda.

Semoga bermanfaat :)

Kamis, 19 Januari 2012

Baju Kurung

Baju kurung adalah pakaian khas etnis Melayu. Baju kurung merupakan baju terusan yang biasanya dipadukan dengan selendang bagi perempuan dan kain bagi laki-laki. Seiring perkembangan zaman, baju kurung pun banyak dimodifikasi, walaupun tetap tidak menghilangkan corak aslinya. Penyanyi tenar asal negeri jiran, Siti Nurhaliza, sering mengenakan baju kurung yang dipadupadankan dengan sentuhan modern. Ia tampak cantik dan tidak kehilangan tradisi melayunya dengan mengenakan baju kurung modern.

Pada awalnya, baju kurung dibuat untuk laki-laki dan perempuan. Namun, dalam pengertian umum, ketika mengatakan “baju kurung”, maka akan langsung tertuju pada pakaian laki-laki khas etnis Melayu. Padahal, seperti dijelaskan dalam salah satu buku terbitan Fajar Baki, baju Melayu ini terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang untuk perempuan dan Baju Kurung Cekak Musang untuk kaum laki-laki.

Selain Cekak Musang, dalam khasanah pakaian adat Melayu ini dikenal pula ragam jenis baju kurung lainnya, seperti Baju Kurung Teluk Belanga, Baju Kurung Riah Pahang, Baju Kurung Kedah, dan Baju Kurung Modern. Khusus untuk Baju Kurung Teluk Belanga, di wilayah Pasundan dikenal pula model pakaian Teluk Belanga yang seperti pada salah satu jenis pakaian semacam kampret. Namun, zaman sekarang orang lebih mengenal kampret saja.

Baju Kurung Cekak Musang

Menurut beberapa sumber, Baju Kurung Cekak Musang sudah dikenal sejak 1930-an. Pada mulanya, baju ini berupa baju kurung yang panjangnya sampai ke lutut, dan terdapat saku di kiri dan kanan, dibelah di bawah leher sampai pertengahan dada, ada sederet kancing di bagian kirinya. Baju Kurung Cekak Musang biasa dipadankan dengan kain sarung jenis Ombak Mengalun.

Seperti telah dijelaskan diatas, baju kurung ini sering diartikan sebagai pakaian khusus laki-laki saja. Padahal, perempuan pun juga mengenakan baju kurung ini. Yang termasuk ke dalam pakaian tradisional perempuan etnis Melayu ini antara lain Baju Kurung Teluk Belangan, Baju Belah, Baju Kurung Cekak Musang, Baju Kedah, Baju Kebaya Labuh, Baju Kebaya Pendek, dan Baju Pahang. Sementara, untuk kaum laki-laki dikenal pakaian Baju Kurung Melayu Teluk Belanga dan Baju Kurung Cekak Musang.

Baju Koko yang sering yang dikenakan Ustadz Jeffri al-Bughori juga termasuk salah satu baju yang terilhami dari Baju Kurung Melayu Cekak Musang. Ada dua alasan kenapa baju kurung juga dikenal baik di negara kita. Pertama, karena unsur serumpun yang memiliki tradisi yang hampir sama, dan kedua adalah karena faktor mayoritas beragama Islam, sehingga pemilihan corak pakaian ini terasa lebih nyaman dan gampang diterima di Indonesia.

Kita sebagai generasi muda, tidak ada salahnya jika sesekali menggunakan baju kurung pada momen-momen tertentu, dan semakin menarik jika diimprovisasi menjadi baju kurung modern. Karena baju kurung itu indah dan terlihat sopan.

Senin, 16 Januari 2012

Mengatasi Hujan Deras saat Berkendaraan


Jadi gini tipsnya untuk para pengendara motor beroda 2 terutama :
1. Selalu siap sedia jas hujan di jok motor atau dimana saja deh yang penting jas hujan dibawa, walaupun pas siang - siang udara panas tapi lebih baik dibawa deh karena pasti sore sampe malem itu hujan deras (kalo yang biasa boncengan bawa jas hujan yang agak gede, biar penumpangnya gak keujanan juga).

2. Selalu bawa sendal jepit kalo untuk pengendara yang biasa pake sepatu, biar sepatunya gak basah. Kan sayang kalo sepatu sampe basah. Bisa jadi bau kalo gak langsung dicuci hehe (pengalaman...:P)

3.Lebih lengkap lagi bawa jas ujan yang khusus untuk tas ransel bagi pengendara yang profesinya sebagai pelajar, mahasiswa atau orang katoran yang biasanya naek motor kalo ke kantor, kesekolah dan ke kampus.

4. Bawa plastik kresek 2bh, pertama buat naro sepatu biar sepatunya gak kebahasan kalo bagasi motor atau tasnya gak muat buat naro sepatu trus kedua buat naro jas hujan kalo jalan udah gak ujan kan biasanya
pengendara males tuh pake jas ujan kalo udah gak ujan lagi. Nah jadi bisa di taro di dalem kresek deh tu jas ujannya. Lumayan gak menuh - menuhin motor deh jadinya agak simple gitu

5.Oia tapi selain bisa bawa sendal, untuk para pengendara yang punya duit lebih bisa juga beli jas ujan yang khusus buat nutupin sepatu doang. Kayaknya harganya juga lumayan mahal jadi bisa beli itu jas ujan khusus sepatu, bisa jga bawa sendal jepit biar sepatunnya gak basah :)

yah kira - kira itu cukup deh buat antisipasi kita menghadapi musim hujan yang terus - menerus mengguyur Jakarta akhir - akhir ini
semoga bermanfaat